Salam Pramuka
Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 merupakan momentum penting bagi keberlangsungan organisasi.
Agenda Musdalub yang rencana waktunya hanya tiga jam adalah menetapkan ketua Kwarda Pergantian Antar Waktu (PAW) masa bakti 2024–2029 sebagai pengganti Kak Isnawa Adji yang telah mengundurkan diri.
Kami menyampaikan penghargaan kepada kakak-kakak yang selama ini telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk memajukan Gerakan Pramuka di DKI Jakarta.
Surat terbuka ini merupakan bentuk kepedulian agar Musdalub menjadi momentum memperkuat organisasi, memulihkan kepercayaan, dan meningkatkan kualitas tata kelola Kwarda.
Sejak proses pembentukan kepengurusan Kwarda Jakarta masa bakti 2024–2029, muncul berbagai dinamika yang menimbulkan pertanyaan dan keresahan.
Tim Formatur yang dibentuk dari Musda Kwarda pada 3 April 2024, melebihi tenggat waktu. Hasil kerja Tim Formatur mengalami "intervensi" sehingga ada perbedaan jika dibandingkan SK Gubernur Jakarta Nomor 4 Tahun 2025 yang ditandatangani Pejabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi.
Ada sejumlah nama yang diputuskan Tim Formatur untuk menjadi wakil ketua, menghilang dari kepengurusan dan digantikan oleh figur baru yang selama ini "kurang diterima" oleh Kwartir Cabang (Kwarcab). Begitu juga dengan beberapa nama calon Andalan Daerah pilihan Tim Formatur, yang dicoret.
Perbedaan nama kepengurusan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai proses penyusunannya serta berdampak pada berkurangnya rasa memiliki dari sebagian unsur organisasi.
Di sisi lain, proses pengunduran diri Ketua Kwarda Kak Isnawa Adji juga memunculkan beragam pandangan di internal organisasi. Beredar informasi mengenai adanya upaya satu kelompok untuk mendorong Kwarcab-kwarcab mengusulkan Musdalub dengan mendasarkan pada kondisi kesehatan beliau.
Apabila informasi itu benar, maka hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi bersama agar setiap proses organisasi tetap menjunjung tinggi etika, musyawarah, persaudaraan pramuka, dan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka.
Berangkat dari kecintaan dan kepedulian terhadap Gerakan Pramuka DKI Jakarta, kami menyampaikan beberapa harapan dan usulan kepada Kak Pramono Anung selaku Ketua Mabida, Kak Rano Karno selaku Wakil Ketua Mabida, para Ketua Kwartir Cabang se-DKI Jakarta, serta seluruh peserta Musdalub.
Pertama, perlunya mewujudkan tata kelola organisasi yang semakin transparan, akuntabel, profesional, kolektif-kolegial, serta berlandaskan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
Kedua, perlunya melakukan penataan struktur organisasi agar lebih ramping, efektif, dan efisien sehingga koordinasi, pengambilan keputusan, serta pelayanan kepada Kwarcab dan Kwartir Ranting dapat berjalan lebih optimal.
Ketiga, perlunya memanfaatkan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai kesempatan melakukan penyegaran kepengurusan dengan memberikan ruang yang lebih besar kepada kader-kader muda yang memiliki integritas, kapasitas, rekam jejak pengabdian, serta pengalaman sebagai Pembina, Pelatih, maupun Purna Aktivis dan Dewan Kerja (PADK).
Keempat, perlunya melakukan evaluasi terhadap unsur-unsur kepengurusan yang belum mampu membangun sinergi dengan Kwarcab dan kental dengan "perkoncoan", sehingga kepengurusan ke depan benar-benar mampu menjadi pemersatu seluruh potensi Gerakan Pramuka di DKI Jakarta.
Kelima, perlunya melakukan penataan jabatan dengan meminta kepada pengurus Kwarda Jakarta masa bakti 2024-2029 yang saat ini rangkap jabatan di kepengurusan Kwarnas untuk memilih salah satu posisi jabatan saja. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi konflik kepentingan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di Kwarda.
Keenam, membebaskan Kwarda Jakarta dari kepentingan kelompok tertentu yang lebih mengedepankan kekuasaan daripada pengabdian sehingga setiap kebijakan dan program benar-benar berorientasi pada pembinaan peserta didik, peningkatan kualitas pembina, serta kemajuan Gerakan Pramuka.
Kami percaya bahwa Kak Pramono Anung selaku Ketua Mabida dan Kak Rano Karno selaku Wakil Ketua Mabida memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan kepemimpinan Kwarda yang berintegritas, inklusif, dan mampu merangkul seluruh potensi Gerakan Pramuka DKI Jakarta.
Sejatinya, para pimpinan dan Andalan Kwartir Daerah adalah teladan, sekaligus Kakak, Yanda, dan Bunda bagi adik-adik Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Karena itu, kepemimpinan di Kwarda Jakarta tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi, tetapi juga menjaga marwah, persatuan, dan nilai-nilai luhur Gerakan Pramuka.
Oleh karena itu, Musdalub hendaknya tidak hanya menjadi forum untuk memilih Ketua PAW saja, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki tata kelola organisasi, memperkuat persatuan, dan membangun kembali kepercayaan seluruh jajaran Gerakan Pramuka.
Selain itu untuk mengembalikan Kwarda DKI Jakarta sebagai pusat pengembangan kepramukaan berbasis perkotaan (urban scouting) yang maju, inklusif dan berdampak positif bagi peserta didik serta masyarakat.
Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Semoga hasil dari Musdalub menjadi keputusan terbaik bagi masa depan Gerakan Pramuka DKI Jakarta.
Salam Pramuka
Atas nama pembina, pelatih dan PADK:
- Fahirwan Fahim
- Surachman
- Irsyad Noeri
- Susi Yuliati
- Djatmiko Rasmin
- Abdul Salam
- Anis Ilahi Wahdati
- Untung Widyanto
- Hendriyansyah
- Dedy Supriyadi

Post a Comment