KOTA YOGYAKARTA -- Dalam rangka memperkuat kelembagaan, Satuan Pendidikan dan Organisasi Pendukung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta, serta Satuan Bakti Dewan Kerja Cabang Kota Yogyakarta resmi dilantik.
Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kwarcab Kota Yogyakarta pada Selasa, 2 Juni 2026 sore, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Pramuka.
Adalah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan (Pusdiklat), Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), serta Satuan Bakti Cakrawarta yang kepengurusannya dilantik.
Usai dibacakan Surat Keputusan, prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tantingan dan pengucapan Janji Pramuka, ikrar, serta prakata pelantikan. Sebagai bentuk pengesahan, dilakukan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para Ketua Lembaga terkait bersama Ketua Kwartir Cabang Kota Yogyakarta.
Ketua Pusdiklatcab dijabat oleh Kak Fajri Adhiyat, S.T.; Ketua Puslitbang Kwarcab dijabat oleh Kak Wibisono Yudhi Kurniawan, M.Pd., M.A.; Ketua Pusdatin dijabat oleh Frans Indiarto, SIP., M.Ec.Dev; dan Kak Muhammad Novriza Bara Widanto sebagai Ketua Cakrawarta.
Ketua Kwarcab Kota Yogyakarta, Kak Heroe Poerwadi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya segera merencanakan dan menjalankan tanggung jawabnya secara optimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Menurutnya, sebagian pola pembinaan dan kegiatan kepramukaan masih tetap relevan dan dipertahankan, namun tidak sedikit yang perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, komunikasi, serta perubahan tata kelola organisasi.
Oleh karena itu, badan kelengkapan yang baru dilantik diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan strategi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pihaknya berharap Pusdiklatcab bisa merumuskan pola pembinaan yang cocok untuk membangun generasi muda saat ini.
“Pramuka harus mampu tetap eksis di tengah derasnya arus informasi dan digitalisasi. Kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai kepramukaan tetap menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda,” tegasnya.
Kak Heroe juga mengajak seluruh jajaran pengurus Puslitbang untuk melakukan analisis dan pemetaan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Gerakan Pramuka saat ini.
“Salah satunya dengan menjawab pertanyaan mendasar mengenai perbedaan karakter anggota Pramuka dibandingkan mereka yang tidak mengikuti pendidikan kepramukaan,” imbuh Kak Heroe.
Menurutnya, karakter khas Pramuka harus dapat diidentifikasi melalui cara berpikir, bekerja, merespons persoalan, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Penguatan profil anggota Pramuka tersebut menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pembinaan yang lebih terarah dan berdampak.
Lebih lanjut, Kak Heroe menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas semata, seperti perkemahan dan berbagai kegiatan lapangan lainnya, tetapi juga harus menjadi sarana pembentukan karakter dan perbaikan diri.
“Karena itu harapannya kepada pengurus Pusdatin dan Satuan Bakti Cakrawarta, penting untuk publikasi dan penyampaian informasi kepramukaan perlu menampilkan nilai, branding, serta karakter khas Pramuka agar semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan agar publikasi yang dilakukan diharapkan tidak semata hanya mengenai rutinitas kegiatan, tetapi juga bagaimana membanding apa yang kita dapatkan di Pramuka menjadi citra positif dalam masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kak Heroe juga menyoroti pentingnya peran Pusdatin dalam menjaga, mengelola, serta mengembangkan sistem data dan aplikasi pendukung kegiatan kepramukaan.
“Pengelolaan data yang baik dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung tata kelola organisasi yang modern, efektif, dan akuntabel,” pungkasnya.
Dengan pelantikan ini diharapkan dapat semakin memperkuat kualitas pembinaan, pengembangan inovasi, pengelolaan informasi, serta pengabdian generasi muda melalui Gerakan Pramuka di Kota Yogyakarta. **

Post a Comment