You are here
Home > Berita Cabang > Pramuka Peduli Bantu Pencarian Orang Hilang di Jatilawang

Pramuka Peduli Bantu Pencarian Orang Hilang di Jatilawang

PRAMUKANEWS.COM | Banyumas : Pramuka Peduli Bantu Pencarian Orang Hilang di Jatilawang

Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas kembali beraksi dalam pencarian orang Sabtu (6/7/2019) di Perbukitan Wadas Tumpang Area Perhutani masuk Desa Gunungwetan Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Identitas korban adalah Ny Datem Karyasan (67 th) alamat RT 01 RW 03 Desa Gunungwetan Kecamatan Jatilawang.

Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas Heriana Ady Chandra menceritakan kronologi kejadian bahwa My Datem pergi pada hari Selasa, 2 Juli 2019 pukul 15.00 wib dari Rumah berjalan kaki mengenakan pakaian Brukat item bawahan jarit warna putih item. Datem biasanya menginap di tempat saudaranyan namun sampai hari rabu sore pukul 17.00 WIB korban tidak pulang ke rumahnya.

Ada laporan dari warga bahwa korban berada di area Wisata Wadas Tumpang pada hari Selasa Sore Lalu keluarga mencari ke Wisata Wadas Tumpang – mrebot – Perhutani untuk mencari Datem namun tidak ketemu.

Kemudian pihak keluarga memberitahu kepada warga untuk membantu proses pencarian. Pencarian korban dari wisata wadas Tumpang – Mrebot – Perhutani ke sungai – sungai dan gubug hari Jumat, 5 Juli 2019 belum berhasil ditemukan.

Penyebab, masih belum diketahui. Bu Datem memiliki riwayat kesehatan Kurang pendengaran dan pikun.

Tim SAR Gabungan melakukan pencarian lanjutan dengan meminta informasi terakhir dari warga setempat. Setelah mendapat informasi secukupnya, Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian dengan sasaran Wadas Tumpang hingga kawasan Gua Landak.

Tim kemudian menyisir kembali hingga kawasan Wadas Kidang sampai ke Desa Pengadegan Kec. Wangon dengan jarak tempuh 6 – 7 Km, namun Ibu Datem belum ditemukan. Kondisi kawasan hutan berkontur tanah kapur, sehingga gersang dan ada sungai pun dalam kondisi kering. Kawasan Hutan Wadas Tumpang juga berjejer dengan kebun warga yang ditanami pohon ketela.

Sampai saat berita ini ditulis korban belum ditemukan

Jurnalis : Tri Hidayatul Ahmad Ismail

Top