You are here
Home > Berita Cabang > GERAKAN PRAMUKA TERJUNKAN RELAWAN DI POSKO DARURAT PENANGANAN BANJIR KOTA PEKALONGAN

GERAKAN PRAMUKA TERJUNKAN RELAWAN DI POSKO DARURAT PENANGANAN BANJIR KOTA PEKALONGAN

PRAMUKANEWS | Banjir melanda dua kota di jalur pantai utara (Pantura) Jawa, yaitu Pekalongan dan Batang. Akibatnya jalur transportasi di bagian Jawa Tengah (Jateng) terganggu. Menurut siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (27/1/2019), banjir di wilayah Pantura ini disebabkan curah hujan tinggi pada Sabtu (26/1). Alhasil banjir langsung menggenangi hampir 80% wilayah di Kota Pekalongan hingga 1,5 meter pada pukul 03.00 dini hari.

Banjir ini melumpuhkan aktivitas warga dan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kurang lebih ada 4.000 warga yang harus mengungsi pada posko pengungsian yang tersedia. Posko pengungsian di Kabupaten Batang antara lain di Pendopo Kabupaten, Kecamatan Batang, Kelurahan Karangasem Utara, Masjid Baiturahman, dan Kelurahan Watusalit. Sedangkan pengungsi paling banyak datang dari Kota Pekalongan, sekitar 3.000 warga. Mereka antara lain mengungsi ke Masjid Alkaromah, kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, GOR Jatayu, aula kecamatan, dan kelurahan setempat.

Beberapa Gugus Depan Gerakan Pramuka di wilayah Kwarcab Kota Pekalongan ikut berpartisipasi dalam membantu tenaga relawan evaluasi maupun dapur umum yang didirikan oleh Pemerintah Kota Pekalongan maupun organisasi sosial masyarakat. Salah satunya yaitu Racana Cakra Adi Wijaya dan Racana Cakra Dewi Wijaya di Universitas Pekalongan menugaskan 15 Anggota Racananya untuk membantu Posko Dapur Umum di Stadion Hoegeng Pekalongan serta melakukan aktivitas penggalangan dana dengan sasaran civitas akademika Universitas Pekalongan.

Ketua Dewan Racana Cakra Adi Wijaya Universitas Pekalongan, Kak Handy, yang mengkoordinatori dilapangan menyampaikan latar belakang penggerakan anggota ini adalah sebagai wujud kepedulian sesama sesuai pengamalan Satya dan Dharma Pramuka. Serta hal ini sebagai upaya pembelajaran bakti diri kepada masyarakat.

“Anggota Dewan Racana akan membantu relawan yang bertugas di Posko Dapur Umum Stadion Hoegeng Pekalongan pada 31 Januari 2019 hingga sampai masa tanggap darurat selesai, yaitu selama 14 hari. Ini merupakan wujud kepedulian sesama sesuai pengamalan Satya dan Darma Pramuka. Serta sebagai upaya pembelajaran bakti diri Anggota Pandega Racana Universitas Pekalongan kepada masyarakat.” Ujar Kak Handy.

Selain itu, beberapa satuan seperti Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka), Racana Dewan Racana Kusuma Bangsa – Dewi Kusuma Bangsa IAIN Pekalongan juga ikut menugaskan anggota untuk ikut menjadi tenaga relawan di Posko Dapur Umum Gor Jetayu Pekalongan dan beberapa titik posko lainnya. Hal ini diungkapkan Kak Aditya Tri Atmojo juga sebagai Komandan Kartika Disaster Voluenteer (KDV) Saka Wira Kartika Kodim 0710/Pekalongan yang ikut mengkoordinatori pembagian beberapa Anggota Pramuka di Kota Pekalongan yang akan bergabung dibeberapa Posko Dapur Umum di Kota Pekalongan.

“Semangat kerelawanan mereka sangat kuat, ini tercermin pada keputusan mereka untuk ikut bertugas dan berbagi pemikiran dan tenaga dalam penanganan darurat banjir ini. Kontribusi anggota Pramuka itu sangat membantu operasional di dalam posko. Para relawan Pramuka yang terdiri dari beragam tingkatan itu juga mempersiapkan kebutuhan mereka dengan mandiri.” Ujar Kak Aditya Tri Atmojo sebagai Komandan Kartika Disaster Voluenteer (KDV) Saka Wira Kartika Kodim 0710/Pekalongan.

Tim relawan gabungan ini juga menyalurkan kebutuhan masyarakat, terutama logistik di beberapa wilayah terdampak banjir. Ada yang dibantu dengan kapal boat mengingat akses genangan air cukup tinggi. Besar harapan banyak Anggota Pramuka terus berperan aktif dalam membaktikan diri di masyarakat.

[M. AMHAR AZET – 18053]

Top