You are here
Home > Berita Cabang > Bupati Banyumas Buka Gladi Tangguh Ubaloka 2018

Bupati Banyumas Buka Gladi Tangguh Ubaloka 2018

PRAMUKANEWS.COM | Purwokerto : Bupati Banyumas Buka Gladi Tangguh Ubaloka 2018

Dewan Kerja Kwartir Cabang (DKC Kwarcab) Pramuka Banyumas, kembali menggelar kegiatan Gladi Tangguh Ubaloka (Unit Bantu Pertolongan Pramuka). Kegiatan diikuti 44 anggota pramuka penegak itu dibuka oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein selaku Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab), Sabtu (3/11) di Halaman Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas.

Dalam sambutanya Bupati mengaku bangga melihat kesungguhan, anak-anak pramuka dengan sukarela bergabung dalam Ubaloka. Menurut Bupati mereka adalah anak-anak pilihan, yang memilih dan mempunyai niat dan tekad untuk membantu sesama dalam bidang kemanusiaan.

“Kami bangga dan kagum pada kalian, kalian adalah kebanggaan Pramuka dan masyarakat Banyumas” kata Bupati.

Bupati melanjutkan dalam kehidupan orang akan mengerti hidup secara nyata setelah mengetahui penderitaan orang lain.

“Melalui Gladi Tangguh Ubaloka ini berarti kalian telah secara nyata peduli sesama, rela membantu orang lain, karena pada prinsipnya hidup akan lebih berarti bila bermanfaat untuk orang lain” tambah Bupati

Komandan Ubaloka DKC Banyumas Doni Damara mengatakan, gladi tangguh bertujuan memberi pembekalan bagi anggota Pramuka agar dapat memiliki kemampuan SAR. Ubaloka merupakan salah satu unit Pramuka yang anggotanya dibekali ketrampilan kemampuan SAR.

“Mereka nanti akan terjun menjadi relawan yang akan bergabung dengan SAR sehingga harus memiliki fisik yang prima, anggota yang tidak memiliki fisik prima akhirnya mengundurkan diri” tambahnya.

Kegiatan gladi tangguh tahab tiga ini akan berlangsung selama lima hari mulai hari ini Sabtu-Kamis (3-8/11) dengan tempat latihan meliputi Sanggar Pramuka, Brimob Sub Den 3 Den B Pelopor Banyumas, Bendung Gerak Serayu dan perbukitan sebelah selatan Gunung Slamet.

“Untuk materi meliputi pembinaan mental, jasmani dan idiologi, organisasi penanggulangan bencana, shelter, komunikasi radio, SAR Air, SAR Darat, Emergency Medical Care, Ilmu medan, peta dan kompas, mountering, jungle survival, teknik pencarian korban, fire protection dan evakuasi korban,” jelasnya

Jurnalis : Tri Hidayatul Ahmad Ismail

Top