You are here
Home > Berita Cabang > Peserta Jambore Berlatih Memadamkan Api Ringan

Peserta Jambore Berlatih Memadamkan Api Ringan

Peserta Jambore Berlatih Memadamkan Api Ringan

PRAMUKANEWS.COM : Hari kedua pelaksanaan Jambore Penggalang SD/MI Cabang Banyumas. Kamis pagi (29/2) diisi berbagai kegiatan. Ada jelajah galang. Pengenalan ular, Wisata dan juga kegiatan latihan mengunakan alat pemadam api Ringan. Panitia mengundang tim pemadam kebakaran Kabupaten Banyumas untuk mendampingi kegiatan pramuka pada hari itu.

Andalan Cabang Urusan Pers dan Media Kwarcab Banyumas Parsito mengatakan anak-anak terlihat sangat antusias dengan kegiatan ini. Kegiatan diawali dengan penjelasan teknis cara pengunaan alat pemadam bertempat di tenda kegiatan. Selanjutnya anak-anak dibawa ke lapangan untuk praktik.

Disediakan alat tradisional berupa karung goni, kemudian Tim menyalakan api untuk dimatikan dengan karung goni yang dibasahi air. Api berulang-ulang dinyalakan untuk memberi kesempatan peserta jambore yang dibagi perkelompok 3 orang praktek. Mereka berlatih memadamkan api dengan alat tradisional itu.

“Secara bergantian anak-anak memadam api yang menyala. Selain alat tradisional para peserta juga diajarkan untuk memadamkan api dengan alat pemadam sungguhan.” Kata Parsito

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas Kusyono mengatakan, materi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, dengan terlebih dulu pengenalan alat-alat pemadam kebakaran, dan pengenalan kelengkapan pengaman petugas pemadam, terori segitiga api dan praltek dilapangan untuk pemadam kebakaran api ringan.

“Dengan pelatihan ini anak-anak bisa mengenali jenis-jenis kebakaran yang ada, kemudian mampu menggunakan yang ada baik tradisional maupun modern, sehingga mereka saat terjadi kebakaran tidak panik dan bisa memberi pertolongan,” terangnya

Defa Ramadani peserta dari SDN 1 Candinegara Kwarran Pekuncen mengaku semula dirinya takut dengan kobaran api. Namun setelah menyaksikan temennya praktek dengan bimbingan petugas pemadam kebakaran, dia berani mempraktekan.

“Menegangkan tetapi asik, setelah dapat memadamkan api rasanya seneng,” katanya

Aditia Sekar Maulidina

Top