You are here
Home > Berita Cabang > PRAMUKA RACANA UTS MENGGALI POTENSI PULAU BUNGIN

PRAMUKA RACANA UTS MENGGALI POTENSI PULAU BUNGIN

Anggota Racana dan dosen UTS meninjau potensi pulau bungin

PRAMUKANEWS.COM ǀ SUMBAWA BESAR – Pramuka Racana Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali melakukan pengabdian di pulau bungin, yaitu salah satu pulau terpadat di dunia yang terletak di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa memberikan pembekalan dasar Bahasa Inggris selama 2 bulan kepada siswa/siswi SDN 1 dan SDN 2 pulau bungin serta menggali potensi-potensi pulau bungin yang masih terpendam. Pengabdian tersebut juga melibatkan dosen-dosen UTS sebagai pendamping. Kegiatan yang berakhir pada hari sabtu, 25 Maret 2017 tersebut bertujuan agar para siswa/siswi di pulau bungin ini memiliki semangat untuk mempelajari Bahasa Inggris sehingga suatu saat mereka dapat memperkenalkan daerahnya kepada para Tourist mancanegara yang berkunjung ke daerahnya. Sebagaimana diketahui bahwa pulau bungin merupakan pulau terpadat di dunia sehingga akan menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun internasional.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah desa, kepala sekolah, Rektor UTS, Serta Ketua Kwarcab Sumbawa. Sebagaimana yang dikatakan oleh ketua kwartir cabang gerakan pramuka sumbawa bahwa pulau bungin menyimpan banyak keunikan dan potensi yang menarik, sehingga upaya untuk memperkenalkan pulau bungin ke panca Internasional dapat dilakukan dengan memanfaatkan warga setempat agar dapat memperkenalkan keunikan dan potensi daerahnya kepada Tourist asing yang berkunjung dengan dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Internasional.

Menurut data yang diperoleh, bahwa Pulau ini memiliki luas 8,5 hektar dengan jumlah penduduk 3.400 jiwa. Pulau Bungin tidak memiliki garis pantai karena sepanjang pesisir pulaunya seluruhnya dibangun menjadi tempat tinggal, tidak heran jika dikatakan pulau tersebut sebagai pulau terpadat di dunia. Satu-satunya lahan terbuka yang luas di Bungin adalah halaman Masjid setempat. Bungin bermakna pasir putih yang muncul di tengah lautan. Nama yang cocok bagi sebuah pulau yang berdiri di atas batu karang di tengah lautan.

Salah satu daya tarik pulau ini yaitu selalu bertambah luas seiring meningkatnya jumlah penduduk. Menurut Warga setempat, Hal ini juga dipengaruhi budaya lokal dimana setiap warga yang hendak menikah selalu membawa karang ketika pulang melaut. Warga yang ingin mendirikan rumah baru harus mereklamasi pulau dengan menguruk lautan dengan karang. Diperkirakan rata-rata, setiap tahunnya, bertambah 10 buah rumah baru di Pulau Bungin. Sehingga semakin bertambahnya rumah, ukuran Pulau Bungin semakin bertambah luas. Akibat lahan yang terbatas, ada beberapa keluarga yang terpaksa harus hidup dalam satu atap.

Di pulau ini wisatawan bisa menyaksikan langsung kambing yang memiliki kebiasaan memakan kertas, hal ini dikarenakan sedikitnya lahan hijau dan dedaunan di pulau tersebut. Tidak jarang para wisatawan yang berkunjung memberikan makan kambing-kambing disana dengan uang kertas. Sungguh suatu keunikan yang luar biasa. Selain itu juga terdapat rumah makan apung yang selalu ramai oleh pengunjung, rumah makan apung ini menjadi salah satu wisata kuliner yang patut di coba oleh setiap wisatawan yang berkunjung kepulau ini (ANAN / DKC Sumbawa).

Top